Selasa, 05 Februari 2013

Ingatlah Ketika Sel-Sel Tubuh Kita Menjadi Saksi....

Ini berita yang dimuat di detik.com tahun 2008, yang masih saya simpan dengan rapi karena sangat menarik.
Sonny Graham, setelah menderita penyakit jantung kronis mendapatkan donor transplantasi jantung dari Terry Cottle, pria 33 tahun yang tewas bunuh diri dengan menembak kepalanya. Operasi ini berjalan sukses, 12 tahun yang lalu.

Tak berapa lama, Graham menghubungi pihak badan donor organ, ia ingin mengucapkan terima kasih pada pihak keluarga donor. Dia lalu mendapatkan alamat keluarga Cottle. Graham menulis surat untuk janda Cottle, Cheryl (39). Tak berapa lama kemudian mereka saling jatuh cinta dan menikah pada tahun 2004. Mereka tinggal di Georgia, AS.

Dalam artikel di koran tahun 2006, Graham bercerita bahwa ia merasakan kedekatan instan yang tak biasa saat bertemu Cheryl.

”Saya seperti telah mengenalnya bertahun-tahun. Saya tak bisa memalingkan pandangan saya darinya. Saya terus menatapnya,” tutur Graham, 69 tahun.

Tapi sekarang, kehidupan Cheryl kembali mengalami tragedi. Graham yang telah menjadi suaminya, melakukan hal yang persis sama dilakukan mendiang suaminya dulu, Cottle. Graham tewas bunuh diri! Dengan pistol, dia menembak kepalanya sendiri, persis sama yang dilakukan Cottle.

Kematian Graham sangat membingungkan teman-temannya. Mereka tidak melihat tanda2 depresi pada Graham sebelum kematiannya.

Menurut para ilmuwan, ada lebih 70 kasus yang dilaporkan dari pasien tranplantasi yang meniru sebagian kepribadian pendonor organ.
So what?
Apa yang menyebabkan Graham meniru persis tindakan Cottle?
Karena pada sel-sel jantung yang dia dapat dari Cottle telah ada rekam jejak perilakunya dari awal hidup hingga akhir hayatnya, termasuk cara dia menghabisi nyawanya sendiri. Memori pada sel2 jantung ini yang tetap bekerja pada tubuh Graham, sehingga dia langsung mencintai Terry, menikahinya, lalu meninggal dengan cara yang persis sama seperti pemilik jantung aslinya.
Seluruh sel tubuh kita ibarat hard disk yang merekam dengan baik semua ucapan, pikiran, perbuatan kita. Memori ini sudah tergores di sana, dan siap dipanggil kapan saja. Meskipun terdelete, mudah saja bagi ahli komputer untuk melacak bekas-bekas data yang sudah terlanjur masuk dalam hard disk, dengan bahasa simbol tertentu (yang saya sebagai orang awam programming tentu tak paham).
Oleh karena sel tubuh kita itu mampu merekam jejak apapun yang mampu kita lakukan, maka, sangat logis untuk membayangkan anggota tubuh kita akan mudah saja, tidak keliru satu titik pun saat menjadi saksi tentang segala perbuatan yang pernah kita lakukan, nanti di hadapan Allah.
Ah, memang keburukan, selalu meninggalkan bekas yang tak hilang!
Seperti riwayat yang terkenal tentang seorang sholeh dengan anaknya. Si anak yang bengal, membuat sang ayah bersedih hati. Setiap satu kemaksiatan yang dilakukan anaknya dia tancapkan paku di tembok rumahnya. Dia terus berdoa dan berupaya agar suatu saat anaknya bertaubat.
Syahdan, Allah membukakan pintu hati si anak. Dia mulai menginsyafi kesalahannya. Pelan-pelan dia mencoba memperbaiki diri dengan kebaikan, Sang ayah yang bahagia melihat perubahan perilaku anaknya, bertahap mencabuti paku di tembok. Setiap satu perbuatan baik dilakukan anaknya, dicabutlah 1 paku dari tembok. Begitu seterusnya, hingga paku-paku di tembok tercabuti semua, karena si anak banyak melakukan perbuatan baik.
Akan tetapi, meski paku telah tercabut semua, si anak tetap saja bersedih. Sang ayah yang heran kenapa anaknya tetap saja bersedih, bertanya,”Bukankah seluruh paku telah tecabut semua anakku? Bukankah kebaikan yang kau tabung telah menghapus keburukan-keburukanmu dulu?”
Si anak menjawab masgul, ”Betul ayah. Memang paku-paku keburukan itu telah tercabut semua. Namun lihatlah ayah, tembok bekas tempat tertancapnya paku2-paku tadi, kini menjadi berlubang-lubang, tidak mungkin bisa indah dan halus lagi seperti semula. Bekas kelakuan burukku, tak kan pernah terhapus,
Ayaaaahh.. ”
Masihkah kita tak menyadari hal ini? Bahwa keburukan tetap berbekas, sungguh pun usaha untuk menutupinya dengan kebaikan akan terus coba diupayakan? Apalagi jika tanpa ditutup dengan kebaikan, Astaghfirullah...., akan seperti apa persaksian untuk kita di hari pengadilan nanti?
Duhai, terbayang betapa malunya saat borok-borok diri dibuka satu-persatu di depan umat manusia sejagad. Tak cukup tangan dan kaki yang menjadi saksi dari kenistaan diri, tapi juga rambut, perut jemari, telinga,kuku.. .. semua anggota tubuh, hingga sel-sel yang bermilyar2 itu. Mereka dengan gemuruh akan berkata, bersumpah tentang apa yang telah mereka lakukan. Dan mulut pun terkunci tak mampu menyangkalnya.
Tangan yang berani menjamah atau mengambil sesuatu yang haram baginya, kaki yang berani melangkah ke tempat maksiat, telinga yang terbiasa mendengarkan gunjingan, gosip atau hiburan yang merusak hati, mata yang terbiasa melihat aurat orang lain diumbar, perut yang tidak lagi mampu menyeleksi mana makanan haram mana halal, jemari yang memberikan kesaksian palsu lewat tulisan atau tanda tangan, lintasan hati yang gak keruan atau menduakan cintaNya....semua! Semua bagian tubuh, hingga sel-sel tubuh yang terkecil sekalipun, akan berlomba-lomba memberikan kesaksiannya. Astaghfirullah...
Robbana dzolamnaa anfusana, wainlam taghfirlanaa
watarhamnaa lanakuu nanna minal khoosiriin

Masihkah Kita Mendustakan Siksa Kubur ???

BBC-London (12/3/2011)-Foto diatas adalah foto dari seorang pemuda berusia 18 tahun yang meninggal di salah satu rumah sakit di Oman dikarenakan over dosis minuman keras. Mayat pemuda tersebut digali kembali dari kuburnya setelah 3 jam di makamkan yang di saksikan oleh ayahnya sendiri. Pemuda tersebut meninggal dirumah sakit dan setelah di mandikan di makamkan secara islam di hari itu juga.

Tetapi setelah pemakaman ayahnya merasa ragu atas diagnosa dokter dan menginginkan untuk di identifikasi kembali tentang kebenaran penyebab atas kematian anaknya tersebut. Seluruh kerabat dan teman-temannya begitu terkejut saat mereka melihat kondisi dari mayat pemuda tersebut. Mayat tersebut begitu berbeda dalam 3 jam. Dia berubah tampak ke abu-abuan seperti orang yang sudah tua.

Dengan tampak jelas bekas siksaan dan pukulan yang amat keras dan dengan tulang-tulang kaki dan tangan yang hancur begitu juga ujung-ujungnya sehingga menekan kebadannya. apakah benar ini adalah siksa kubur itu benar adanya?

Seluruh badan dan mukanya memar. Matanya yang terbuka memperlihatkan ketakutan, kesakitan dan keputus-asaan. Darah yang begitu jelas menandakan bahwa pemuda tersebut sedang mendapatkan siksaan yang amat berat.

Alam kubur adalah awal kehidupan hakiki dari seorang manusia. Mempelajari apa-apa yang terjadi di alam kubur banyak memberikan faedah. Seseorang yang mengetahui bahwa di alam kubur ada nikmat kubur tentu akan berusaha sebisa mungkin selama ia masih hidup agar menjadi orang yang layak mendapatkan nikmat kubur kelak.

Seseorang yang mengetahui bahwa di alam kubur ada adzab kubur juga akan berusaha sebisa mungkin agar ia terhindar darinya kelak. Nikmat dan adzab kubur adalah perkara gaib yang tidak terindera oleh manusia. Manusia yang merasakannya pun tentu tidak dapat mengabarkan kepada yang masih hidup akan kebenarannya. Maka satu-satunya sumber keyakinan kita akan adanya adzab dan nikmat kubur adalah dalil Qur’an dan Sunnah.

Dan banyak sekali dalil dari Qur’an dan As Sunnah serta ijma’ para sahabat dan tabi’in yang menetapkan adanya alam kubur. Namun sebagian orang dari kalangan ahlul bid’ah mengingkarinya karena penyimpangan mereka dalam memahami dalil-dalil syar’i.

“Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): “Keluarkanlah nyawamu”. Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya.” (QS. Al An’am: 93)


“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.” (QS. Al Baqarah: 154)

“Seandainya kalian tidak akan saling menguburkan, tentulah aku akan berdoa kepada Allah agar memperdengarkan kepada kalian siksa kubur yang aku dengar.” (HR. Muslim 7393, Ahmad 12026, dari sahabat Anas bin Malik radhilallahu’anhu)”

“Jika seorang mu’min telah didudukkan di dalam kuburnya, ia kemudian didatangi (oleh dua malaikat lalu bertanya kepadanya), maka dia akan menjawab dengan mengucapkan:’Laa ilaaha illallah wa anna muhammadan rasuulullah’. Itulah yang dimaksud al qauluts tsabit dalam firman Allah Ta’ala (yang artinya): ‘Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan al qauluts tsabit’ (QS. Ibrahim: 27)” (HR. Bukhari 1369, Muslim 7398)

Ini adalah dalil Al Qur’an sekaligus As Sunnah. Karena merupakan bukti bahwa surat Ibrahim ayat 27 berbicara tentang adzab kubur dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri yang menafsirkan demikian.

“Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata: Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah keluar dari sebagian pekuburan di Madinah atau Makkah. Lalu beliau mendengar suara dua orang manusia yang sedang diadzab di kuburnya. Beliau bersabda, ‘Keduanya sedang diadzab. Tidaklah keduanya diadzab karena dosa besar (menurut mereka bedua)’, lalu Nabi bersabda: ‘Padahal itu merupakan dosa besar. Salah satu di antara keduanya diadzab karena tidak membersihkankan bekas kencingnya, dan yang lain karena selalu melakukan namiimah (adu domba)” (HR. Bukhari 6055, Muslim 703)

Dan masih banyak lagi dalil dari hadits-hadits yang shahih mengenai adzab kubur, artikel ini tentu bisa berpuluh-puluh halaman jika kami bawakan semua.

Wallahu a’lam

Wasiat Rosulullah Tentang Sholat !!!

Sesungguhnya bencana yang dahsyat, perbuatan yang paling buruk, dan aib yang paling nista adalah kurangnya perhatian masyarakat pada salat lima waktu, salat Jumat dan salat jamaah, padahal semua itu adalah ibadah-ibadah yang dengannya Allah meninggikan derajat dan menghapuskan dosa-dosa maksiat. Dan salat adalah cara ibadah seluruh penghuni bumi dan langit.


Rasulullah SAW bersabda: "Langit merintih dan memang ia pantas merintih, karena pada setiap tempat untuk berpijak terdapat malaikat yang bersujud atau berdiri (salat) kepada Allah Azza Wa Jalla." (HR Turmudzi, Ibnu Majah dan Ahmad)

Orang yang meninggalkan salat karena dilalaikan oleh urusan dunia akan celaka nasibnya, berat siksanya, merugi perdagangannya, besar musibahnya, dan panjang penyesalannya.

Dengarkanlah nasihatku tentang nasib orang yang meninggalkan salat, baik semasa hidup maupun setelah meninggal. Sesungguhnya Allah merahmati orang yang mendengarkan nasihat kemudian memperhatikan dan mengamalkannya.

Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya salat adalah kewajiban yang ditentukan waktunya bagi orang-orang yang beriman." (QS An-Nisa`, 4:103)

Abu Hurairah RA meriwayatkan, “Setelah Isya’ aku bersama Umar bin Khottob RA pergi ke rumah Abu Bakar AsShiddiq RA untuk suatu keperluan. Sewaktu melewati pintu rumah Rasulullah SAW, kami mendengar suara rintihan. Kami pun terhenyak dan berhenti sejenak. Kami dengar beliau menangis dan meratap.

"Ahh..., andaikan saja aku dapat hidup terus untuk melihat apa yang diperbuat oleh umatku terhadap salat. Ahh..., aku sungguh menyesali umatku."

"Wahai Abu Hurairah, mari kita ketuk pintu ini,’ kata Umar RA.
Umar kemudian mengetuk pintu. ‘Siapa?’ tanya Aisyah RA. ‘Aku bersama Abu Hurairah."

Kami meminta izin untuk masuk dan ia mengizinkannya. Setelah masuk, kami lihat Rasulullah SAW sedang bersujud dan menangis sedih, beliau berkata dalam sujudnya:

“Duhai Tuhanku, Engkau adalah Waliku bagi umatku, maka perlakukan mereka sesuai sifat-Mu dan jangan perlakukan mereka sesuai perbuatan mereka.”

"Ya Rasulullah, ayah dan ibuku menjadi tebusanmu. Apa gerangan yang terjadi, mengapa engkau begitu sedih?"

"Wahai Umar, dalam perjalananku ke rumah Aisyah sehabis mengerjakan salat di mesjid, Jibril mendatangiku dan berkata, ‘Wahai Muhammad, Allah Yang Maha Benar mengucapkan salam kepadamu,’ kemudian ia berkata, ‘Bacalah!’

"Apa yang harus kubaca?"

"Bacalah: "Maka datanglah sesudah mereka pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan salat dan memperturutkan hawa nafsunya, mereka kelak akan menemui kesesatan." (QS Maryam, 19:59)

"Wahai Jibril, apakah sepeninggalku nanti umatku akan mengabaikan salat?"

"Benar, wahai Muhammad, kelak di akhir zaman akan datang sekelompok manusia dari umatmu yang mengabaikan salat, mengakhirkan salat (hingga keluar dari waktunya), dan memperturutkan hawa nafsu. Bagi mereka satu dinar lebih berharga daripada salat.” Hadits ini juga diriwayatkan oleh Ibnu Umar RA.

Abu Darda` berkata, “Hamba Allah yang terbaik adalah yang memperhatikan matahari, bulan dan awan untuk berdzikir kepada Allah, yakni untuk mengerjakan salat.”

Diriwayatkan pula bahwa amal yang pertama kali diperhatikan oleh Allah adalah salat. Jika salat seseorang cacat, maka seluruh amalnya akan ditolak.

Rasulullah SAW bersabda: “Wahai Abu Hurairah, perintahkanlah keluargamu untuk salat, karena Allah akan memberimu rezeki dari arah yang tidak pernah kamu duga.”

Atha’ Al-Khurasaniy berkata, “Sekali saja seorang hamba bersujud kepada Allah di suatu tempat di bumi, maka tempat itu akan menjadi saksinya kelak di hari kiamat. Dan ketika meninggal dunia tempat sujud itu akan menangisinya.”

Rasulullah SAW bersabda:“Salat adalah tiang agama, barang siapa menegakkannya, maka ia telah menegakkan agama, dan barang siapa merobohkannya, maka ia telah merobohkan agama. (HR Baihaqi).
Barang siapa meninggalkan salat dengan sengaja, maka ia telah kafir.” (HR Bazzar dari Abu Darda`)

“Barang siapa bertemu Allah sedang ia mengabaikan salat, maka Allah sama sekali tidak akan mempedulikan kebaikannya.” (HR Thabrani)
“Barang siapa meninggalkan salat dengan sengaja, maka terlepas sudah darinya jaminan Muhammad.” (HR Ahmad dan Baihaqi)

“Allah telah mewajibkan salat lima waktu kepada hambaNya. Barang siapa menunaikan salat pada waktunya, maka di hari kiamat, salat itu akan menjadi cahaya dan bukti baginya. Dan barang siapa mengabaikannya, maka ia akan dikumpul-kan bersama firaun dan Haman.” (HR Ibnu Hibban dan Ahmad)

Besi Bukan Diciptakan di Bumi, Melainkan Langsung Diturunkan Dari Langit

Di dalam Al Qur’an pada surat Al Hadid ayat 25, terdapat kalimat “…wa anzalnal hadida…”

yang jika diartikan menjadi “… dan Kami ciptakan besi…” tapi dapat juga diartikan “… dan Kami turunkan besi…”.

Ternyata, lewat penelitian bisa diketahui bahwa besi memang turun dari ‘langit’. Besi tidak dihasilkan oleh bumi. Adanya besi berasal dari meteorit, benda-benda langit yang berjatuhan pada saat awal terbentuknya planet bumi, milyaran tahun yang silam.

Ya, penemuan astronomi modern telah mengungkap bahwa logam besi yang ditemukan di bumi kita berasal dari bintang-bintang raksasa di angkasa luar.

Logam berat di alam semesta dibuat dan dihasilkan dalam inti bintang-bintang raksasa. Akan tetapi sistem tata surya kita tidak memiliki struktur yang cocok untuk menghasilkan besi secara mandiri.

Besi hanya dapat dibuat dan dihasilkan dalam bintang-bintang yang jauh lebih besar dari matahari, yang suhunya mencapai beberapa ratus juta derajat.

Ketika jumlah besi telah melampaui batas tertentu dalam sebuah bintang, bintang tersebut tidak mampu lagi menanggungnya, dan akhirnya meledak melalui peristiwa yang disebut “nova” atau “supernova”.

Akibat dari ledakan ini, meteor-meteor yang mengandung besi bertaburan di seluruh penjuru alam semesta dan mereka bergerak melalui ruang hampa hingga mengalami tarikan oleh gaya gravitasi benda angkasa.

Semua ini menunjukkan bahwa logam besi tidak terbentuk di bumi melainkan kiriman dari bintang-bintang yang meledak di ruang angkasa melalui meteor-meteor dan “diturunkan ke bumi”, persis seperti dinyatakan dalam ayat tersebut.

Jelaslah bahwa fakta ini tidak dapat diketahui secara ilmiah pada abad ke-7 ketika Al Qur’an diturunkan.

Ayat mengenai kejadian besi ini adalah salah satu bukti mukzijat dari Al Qur’an. Bagaimana mungkin seorang yang buta baca tulis seperti Muhammad SAW di abad 8 M, bisa memahami kejadian pembentukkan bumi? Jelas, ini membuktikan lagi kalau Al Qur’an itu memang langsung dari Allah.

Keajaiban dan keunikan besi bukan hanya sampai di situ saja. Secara alamiah unsur besi mempunyai 4 isotop, yaitu 54, 56, 57 dan 58. Yang stabil ada 3, yaitu 56, 57 dan 58. Dari ketiganya Isotop 57 adalah satu-satunya yang punya nuclear spin. Uniknya ini sesuai dengan urutan surat Al Hadid (besi) yang merupakan surat ke-57. Subhanallah, laa quwwata illa billah

Bukankah Al Qur’an adalah petunjuk dan cahaya yang sangat terang ???. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan..?
Akan Kami perlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kebesaran) Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelas bagi mereka bahwa al-Qur'an Adalah Benar. Tidak cukuplah (bagi mu) bahwa Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu . (QS.Fushshilat:53)

Dan Kami telah mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami berulang-ulang (46:27)

Ternyata Organ Tubuh Kita Juga Punya Jam Kerja

Banyak sekali orang yang masih sering begadang yang pada akhirnya banyak timbul penyakit akibat kebiasaan begadang itu. Atau banyak anak yang susah tidur dan sering mengantuk dalam pelajaran di sekolah. Hal-hal seperti itu disebabkan karena mereka kurang memiliki pemahaman terhadap jam kerja organ tubuh kita. Organ tubuh kita mempunyai jam kerja sendiri–sendiri.
Setiap Organ tubuh memiliki waktu piket. Menurut ilmu Traditional Chinese Medicine (TCM), ada 12 organ utama dalam tubuh kita, yakni paru-paru, usus besar, lambung, limpa, jantung, usus kecil, kantung kemih, ginjal, selaput jantung, tiga pemanas, kandung empedu, dan hati. Untuk itu mari kita simak jadwal berikut :
LAMBUNG : 07.00 – 09.00
Organ lambung sedang kuat bekerja pada jam–jam ini. Maka dari itu dianjurkan untuk sarapan pagi untuk proses pembentukan energi tubuh. Minum jus atau ramuan dianjurkan sebelum sarapan pagi di saat perut masih kosong, sehingga zat yang berguna akan segera cepat terserap oleh tubuh kita.
LIMPA : 09.00 – 11.00
Organ limpa sedang kuat–kuatnya bekerja pada jam ini, dalam mengirim cairan nutrisi untuk energi pertumbuhan. Bila pada jam–jam ini Anda merasa mengantuk hal tersebut dapat diartikan bahwa fungsi organ limpa Anda lemah. Kurangi konsumsi gula, lemak, minyak dan protein hewani.
JANTUNG : 11.00 – 13.00
Organ jantung pada jam–jam ini sedang bekerja dengan kuat maka harus banyak beristirahat, hindari panas dan kegiatan fisik, ambisi dan emosi agar tidak menambah beban kerja organ jantung terutama penderita gangguan pembuluh darah.
HATI : 13.00 – 15.00
Organ hati pada jam ini bekerja dengan lemah, bila orang tidur, darah merah berkumpul dalam organ hati dan terjadi proses regenerasi sel–sel hati. Apabila fungsi hati kuat maka tubuh kuat untuk menangkal semua penyakit.
PARU–PARU : 15.00 – 17.00
Organ paru–paru lemah pada jam–jam ini. Maka diperlukan istirahat, tidur untuk proses pembuangan racun dan proses pembentukan energi paru–paru.
GINJAL : 17.00 – 19.00
Organ ginjal kuat bekerja dalam jam–jam ini. Sebaiknya digunakan untuk belajar karena terjadi proses pembentukan sumsum tulang dan otak serta kecerdasan.
LAMBUNG : 19.00 – 21.00
Organ lambung bekerja lemah pada jam–jam ini. Maka dianjurkan untuk tidak mengkonsumsi makanan yang sulit untuk dicerna atau lama dicerna atau lebih baik untuk berhenti makan pada jam–jam ini.
LIMPA : 21.00 – 23.00
Organ limpa bekerja lemah pada jam–jam ini. Terjadi proses pembuangan racun dan proses regenerasi sel limpa. Maka dianjurkan untuk beristirahat. Misal dengan mendengarkan musik yang tenang untuk meningkatkan imunitas.
JANTUNG : 23.00 – 01.00
Organ jantung lemah pada jam-jam ini. Maka dianjurkan untuk beristirahat tidur, apabila masih terus beraktifitas seperti bekerja dan begadang maka akan dapat melemahkan fungsi jantung.
HATI : 01.00 – 03.00
Organ hati bekerja kuat pada jam–jam ini. Terjadi proses pembuangan racun atau limbah hasil metabolism tubuh. Apabila ada gangguan fungsi hati tercermin pada kotoran dan gangguan mata. Apabila ada lukan dalam akan terasa nyeri.
PARU–PARU : 03.00 – 05.00
Organ paru–paru pada jam–jam ini bekerja dengan kuat. Terjadi proses pembuangan limbah atau racun pada organ paru–paru. Apabila terjadi batuk–batuk, bersin–bersin dan berkeringat menandakan adanya gangguan fungsi paru–paru. Maka dianjurkan untuk sering melakukan olah nafas untuk mendapatkan energi paru–paru yang sehat dan kuat serta kurangi aktifitas yang dapat melemahkan fungsi paru–paru seperti merokok.
USUS BESAR : 05.00 – 07.00
Organ usus besar bekerja kuat pada jam–jam ini. Maka dianjurkan untuk membiasakan diri BAB (Buang Air Besar) secara teratur pada jam–jam ini.
Setelah kita mengetahui jam kerja di atas dimana pada jam–jam terntenu ada organ yang kuat bekerja dan lemah bekerja. Maka marilah kita untuk mulai menjaga kesehatan organ tubuh kita. Mulai kurangi kebiasaan–kebiasaan yang dapat melemahkan fungsi organ tubuh kita.

Mengenali Perbedaan Jin, Setan dan Iblis

Kalimat Jin, Setan, dan Iblis banyak disebutkan dalam Al-Qur`an, bahkan mayoritas kita pun sudah tidak asing lagi mendengarnya. Sehingga eksistensinya sebagai makhluk Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak lagi diragukan, berdasarkan Al-Qur`an dan As-Sunnah serta ijma’ ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah.

Tinggal persoalannya, apakah Jin, Setan, dan Iblis itu tiga makhluk yang berbeda dengan penciptaan yang berbeda? ataukah Jin, Setan dan ataupun Iblis itu awalnya dari satu asal yang berevolusi lalu membentuk sebuah koloni? ataukah mereka termasuk golongan para malaikat?Lalu dimanakah titik perbedaan dan persamaannya??

Siapakah Iblis ?
Iblis adalah wazan dari fi’il, diambil dari asal kata al-iblaas yang bermakna at-tai`as (putus asa) maksudnya putus asa dari rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentangnya:
“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: ‘Sujudlah kamu kepada Adam’, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin…” (Al-Kahfi: 50)
Ibnu Katsir rahimahullahu berkata: “Iblis mengkhianati asal penciptaannya, karena dia sesungguhnya diciptakan dari nyala api, sedangkan asal penciptaan malaikat adalah dari cahaya. Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkan di sini bahwa Iblis berasal dari kalangan jin, dalam arti dia diciptakan dari api.

Al-Hasan Al-Bashri berkata: ‘Iblis tidak termasuk malaikat sedikitpun. Iblis merupakan asal mula jin, sebagaimana Adam sebagai asal mula manusia’.” (Tafsir Al-Qur`anul ’Azhim, 3/94)

Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullahu mengatakan: “Iblis adalah abul jin (bapak para jin).” (Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hal. 406 dan 793)

Siapakah Setan?
Setan atau Syaithan (شَيْطَانٌ) dalam bahasa Arab diambil dari kata (شَطَنَ) yang berarti jauh. Ada pula yang mengatakan bahwa itu dari kata (شَاطَ) yang berarti terbakar atau batal. Pendapat yang pertama lebih kuat menurut Ibnu Jarir dan Ibnu Katsir, sehingga kata Syaithan artinya yang jauh dari kebenaran atau dari rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala (Al-Misbahul Munir, hal. 313).
Ibnu Jarir menyatakan, syaithan dalam bahasa Arab adalah tiap-tiap yang durhaka dari jin, manusia atau hewan, atau segala sesuatu.
Demikianlah Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia).” (Al-An’am: 112)
(Dalam ayat ini) Allah menjadikan setan dari jenis manusia, seperti halnya setan dari jenis jin. Dan hanyalah setiap yang durhaka/sesat disebut setan, karena akhlak dan perbuatannya menyelisihi akhlak dan perbuatan makhluk yang sejenisnya, dan karena jauhnya dari kebaikan.

Ibnu Katsir menyatakan bahwa syaithan adalah semua yang keluar dari tabiat jenisnya dengan kejelekan. Yang mendukung pendapat ini juga hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam riwayat Muslim:
“Anjing hitam adalah setan.”
Ibnu Katsir menyatakan: “Maknanya –wallahu a’lam– yaitu setan dari jenis anjing.” (Tafsir Ibnu Katsir, 2/173)

KEBERADAAN JIN
Al-jinnu berasal dari kata janna syai`un yajunnuhu yang bermakna satarahu (menutupi sesuatu). Maka segala sesuatu yang tertutup berarti tersembunyi. Jadi, jin itu disebut dengan jin karena keadaannya yang tersembunyi.

Jin lebih dahulu diciptakan daripada manusia sebagaimana dikabarkan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam firman-Nya:
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.” (Al-Hijr: 26-27)

"Malaikat diciptakan dari cahaya, Jan (nenek moyang jin) diciptakan dari nyala api, dan Adam (nenek moyang manusia) diciptakan dari apa yang telah disebutkan (dalam Al Qur`an) kepada kalian".
Karena jin lebih dulu diciptakan, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala mendahulukan penyebutannya daripada manusia ketika menjelaskan bahwa mereka diperintah untuk beribadah seperti halnya manusia. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (Adz-Dzariyat: 56)
Alam jin merupakan alam tersendiri, yang bukan alam manusia dan bukan pula alam malaikat. Dari bentuk fisiknya, pandangan mata manusia tak mampu melihatnya. Itulah sebabnya mereka dinamakan jin, dikarenakan ketertutupan (ijtinan) fisiknya dari pandangan mata manusia. Di dalam Al Qur`an, Allah berfirman, yang artinya : …… Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka…… . [Al A‘raf : 27].

Yang perlu diketahui adalah bahwa :
• Jin diciptakan lebih dulu dari manusia (± 1000 th sebelum manusia)
Otomatis peradaban jin 1000 tahun lebih maju daripada manusia. Mereka sudah bisa mencapai luar angkasa dengan teknologinya.
• Jin diciptakan dari nyala api dan manusia diciptakan dari tanah
Sebagaimana sifat api, jin bisa bergerak atau berpindah dengan kecepatan cahaya, bisa berubah rubah sesuai dengan yang dikehendaki, bisa membesar juga bisa mengecil.

Ternyata Abu Lahab Mati Di Tangan Seorang Wanita

Nama ABU LAHAB diabadikan Allah dalam Qur’an ketika ia bersama istrinya dijebloskan ke dalam api neraka. Akan tetapi, banyak diantara kita yang tidak mengetahui bagaimana matinya seorang musuh Allah bernama Abu Lahab, pembesar bangsa Quraisy yang juga salah seorang paman Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam.

Ternyata yang menyebabkan matinya Abu Lahab adalah sebuah pukulan yang dilakukan oleh seorang shahabiyyah yang mulia. Beliau adalah Lubabah Al-Kubra yang dikenal dengan panggilan Ummu Fadl binti Al-Harits radhiyallahu anha. Wanita yang juga menjadi saudara kandung Sayyidah Maimunah binti Al-Harits radhiyallahu anha.

Ummu Fadl tercatat sebagai wanita kedua yang masuk Islam setelah Ummul Mu’minin Khadijah binti Khuwailid radhiyallahu anha. Ummu Fadl juga adalah seorang istri dari sahabat yang mulia sekaligus paman dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yaitu Al-Abbas ibn Abdil Muththalib radhiyallahu anhu.

Rasulullah sendiri sering mengunjunginya dan beristirahat siang di rumahnya. Keluarga mulia ini juga termasuk salah satu tempat bersandar Rasulullah pada masa sulit. Lain halnya dengan Ummu Jamil. Meski kata jamil terlekat dinamanya, namun perangai dan tingkah lakunya jauh dari keindahan. Sebagai isteri Abu Lahab, Ummu Jamil adalah wanita yang terkenal aktif memusuhi dan memerangi Islam. Tak jarang diantara dua keluarga yang masih sangat dekat hubungannya itu menimbulkan percekcokan.

Ummu Fadl, bersama suami dan anak-anaknya pun kemudian sepakat untuk menyembunyikan keIslaman mereka karena khawatir dengan kejahatan kaumnya. Namun Allah berkehendak lain, Al-Abbas malah tertawan ditangan kaum muslimin saat Perang Badr.

Kondisi kaum muslimin yang belum mengetahui perihal keIslamannya sedikit banyak menyulitkan Rasulullah. Walhasil beliaupun menebus sang paman Al-Abbas seperti orang musyrik lainnya. Taktik ini dilakukan agar rahasia keIslaman Al Abbas tetap tidak terbongkar oleh orang-orang Quraisy.

Ummu Fadl pun melihat kemarahan orang-orang kafir termasuk iparnya, Abu Lahab. Kekalahan kaum kafir dalam Perang Badr sangat mengiris hati Abu Lahab. Ummu Fadl pun mewanti-wanti ke empat anaknya agar tidak menunjukkan raut wajah bahagia sehingga keIslaman mereka tetap tidak bocor ke telinga kaum Quraisy.

Namun sebuah kejadian betul-betul merubah segalanya. Hal ini bermula ketika Ummu Fadl beserta seorang budaknya bernama Abu Rafi` turut mendengarkan perbincangan di ujung rumahnya antara iparnya, Abu Lahab dan keponakannya Abu Sufyan Ibnul Harits.

Saat itu, Abu Sufyan menceritakan kepada Abu Lahab bagaimana kaumnya kalah melawan kaum muslimin. Abu Lahab pun hanya bisa marah-marah dan melontarkan sumbah serapah atas kenyataan itu. Sebaliknya, di ujung rumah, Ummu Fadl justru sangat bersuka cita atas apa yang didengarnya.

Abu Sufyan berkata, ”Demi Allah, walau demikian aku tidak akan menyalahkan mereka karena kami menghadapi manusia-manusia putih berkuda putih diantara langit dan bumi dan tidak ada yang mampu mengalahkan mereka.”

Tentu saja Ummu Fadl merasa bahagia mendengarnya, akan tetapi Abu Rafi` tidak lagi mampu menahan rasa bahagianya hingga kemudian ia berteriak, ”Demi Allah, itu adalah para Malaikat!!”

Mendengar teriakan itu, Abu Lahab bangkit. Dengan diliputi rasa marah, ia lantas menghampiri Abu Rafi’ lalu memukulnya secara keras. Sontak saja melihat budaknya dipukul, Ummu Fadl menjadi lupa terhadap langkah untuk menyembunyikan keIslamannya. Wanita mulia ini kemudian mencabut sebuah tiang yang ada di rumahnya dan lewat jiwa pemberani langsung menghajar kepala Abu Lahab lalu berkata, ”Beraninya kamu memukul Abu Rafi`saat tidak ada majikannya”.

Apa yang terjadi? Kepala Abu Lahab bonyok bukan kepalang. Rambutnya dibanjiri kucuran darah dari pentungan yang dilayangkan Ummu Fadl. Abu lahab pun kemudian meninggalkan rumah saudaranya, Al-Abbas. Berselang tujuh malam, luka tersebut semakin parah dan bekas pukulan itu menembus sampai otak hingga menyebabkan pembusukan.

Orang-orang di sekitar pun mulai menjauhinya. Para warga mencium bau tidak sedap yang keluar dari luka Abu Lahab. Mereka juga khawatir luka Abu Lahab dapat menular menimpa mereka.

Abu Lahab pun akhirnya hidup sendiri. Ia mengerang pedih tanpa ada yang membantu. Istrinya, Ummu Jamil (hammalatul hathab) yang seharusnya berada di sampingnya, justru pergi bersama anak-anaknya menjauhi sang suami. Dan naas, tak lama kemudian Abu Lahab benar-benar tewas.

Selama tiga hari, jasad Abu Lahab dibiarkan tergeletak tanpa ada yang bersedia menguburkan. Para warga tidak berani mendekati jasadnya. Akhirnya karena bau busuk yang kian menjadi, maka digali juga sebuah lubang kubur bagi Abu Lahab. Bangkai Abu Lahab didorong-dorong dengan sebilah kayu sampai masuk lubang.

Tidak hanya itu, prosesi penguburan pun berlangsung secara mengenaskan. Dari jauh warga melempari kuburan Abu Lahab dengan batu hingga mereka yakin betul jasadnya telah tertutup rapat. Ya sebuah tragedi kematian yang lebih hina dari kematian seekor ayam sekalipun.

Itulah akhir hayat yang dialami oleh manusia yang sombong kepada Allah dan menolak risalah NabiNya shallaallahu alaihi wa sallam. (Ustadz Ibnu Hassan Aththabari)

Wallahu a`lam